Senin, 28 November 2011

STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING


Untuk mengetahui kondisi dan keadaan siswa banyak metode dan pendekatan yang dapat digunakan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu studi kasus (Case Study). Dalam perkembangannya, oleh karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi siswa dan semakin majunya pengembangan teknik-teknik pendukung – seperti hanya teknik pengumpulan data, teknik identifikasi masalah, analisis, interpretasi, dan treatment – metode studi kasus terus diperbarui.
Studi kasus akan mempermudah konselor sekolah untuk membantu memahami kondisi siswa seobyektif mungkin dan sangat mendalam. Membedah permasalahan dan hambatan yang dialami siswa sampai ke akar permasalahan, dan akhirnya konselor dapat menentukan skala prioritas penanganan dan pemecahan masalah bagi siswa tersebut.
Pengertian Studi Kasus
Kamus Psikologi (Kartono dan Gulo, 2000) menyebutkan 2 (dua) pengertian tentang Studi kasus (Case Study) pertama Studi kasus merupakan suatu penelitian (penyelidikan) intensif, mencakup semua informasi relevan terhadap seorang atau beberapa orang biasanya berkenaan dengan satu gejala psikologis tunggal. Kedua studi kasus merupakan informasi-informasi historis atau biografis tentang seorang individu, seringkali mencakup pengalamannya dalam terapi. Terdapat istilah yang berkaitan dengan case study yaitu case history atau disebut riwayat kasus, sejarah kasus. Case history merupakan data yang terimpun yang merekonstruksikan masa lampau seorang individu, dengan tujuan agar orang dapat memahami kesulitan-kesulitannya yang sekarang . serta menolongnya dalam usaha penyesuaian diri (adjustment) (Kartini dan Gulo, 2000).
Berikut ini definisi studi kasus dari beberapa pakar dalam Psikologi dan Bimbingan Konseling, yaitu ;
Studi kasus adalah suatu teknik mempelajari seorang individu secara mendalam untuk membantu memperoleh penyesuaian diri yang lebih baik. (I.Djumhur, 1985).
Studi kasus adalah suatu metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seorang murid secara mendalam dengan tujuan membantu murid untuk mencapai penyesuaian yang lebih baik (WS. Winkel, 1995).
Studi kasus adalah metode pengumpulan data yang bersifat integrative dan komprehensif. Integrative artinya menggunakan berbagai teknik pendekatan dan bersifat komprehensif yaitu data yang dikumpulkan meliputi seluruh aspek pribadi individu secara lengkap (Dewa Ketut Sukardi, 1983).
Studi kasus merupakan teknik yang paling tepat digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling karena sifatnya yang komprehensif dan menyeluruh. Studi kasus menggunakan hasil dari bermacam-macam teknik dan alat untuk mengenal siswa sebaik mungkin, merakit dan mengkoordinasikan data yang bermanfaat yang dikumpulkan melalui berbagai alat. Data itu meliputi studi yang hati-hati dan interpretasi data yang berhubungan dan bertalian dengan perkembangan dan problema serta rekomendasi yang tepat.
Jadi berdasarkan pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa studi kasus adalah suatu studi atau analisa komprehensif dengan menggunakan berbagai teknik. Bahan dan alat mengenai gejala atau ciri-ciri/karakteristik berbagai jenis masalah atau tingkah laku menyimpang, baik individu maupun kelompok. Analisa itu mencakup aspek-aspek kasus seperti jenis, keluasan dan kedalaman permasalahannya, latar belakang masalah (diagnosis) dan latar depan (prognosis), lingkungan dan kondisi individu/kelompok dan upaya memotivasi terungkapnya masalah kepada guru pembimbing (konselor) sebagai orang yang mengkaji kasus. Data yang telah didapatkan oleh konselor kemudian dinvertaris dan diolah sedemikian rupa hingga mudah untuk diinterpretasi masalah dan hambatan individu dalam penyesuaiannya.
Tujuan Studi Kasus
Studi Kasus diadakan untuk memahami siswa sebagai individu dalam keunikannya dan dalam keseluruhannya. Kemudian dari pemahaman dari siswa yang mendalam, konselor dapat membantu siswa untuk mencapai penyesuaian yang lebih baik. Dengan penyesuian pada diri sendiri serta lingkungannya, sehingga siswa dapat menghadapi permasalahan dan hambatan hidupnya, dan tercipta keselarasan dan kebahagiaan bagi siswa tersebut.
Sasaran Studi kasus
Sasaran studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius, sehingga memerlukan bantuan yang serius pula. Yang biasanya dipilih menjadi sasaran bagi suatu studi kasus adalah murid yang menjadi problem (problem case); jadi seorang murid membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan lebih baik, asal murid itu dalam keadaan sehat rohani atau tidak mengalami gangguan mental.

28 komentar:

  1. studi khasus untuk mempermudakan konselor untuk membantu memahami masala yang dihadapi siswa subjektif,untuk menangani masalah harus memberikan jalan terbaik supaya siswa bisa mengembangkan perilakunya dengan baik.

    untuk mengetahui kondisi atau keadaan siswa harus menggunakan metode-metode yang baik untuk meningkatkan perkembangan siswa dan bisa mengaji masala yang dihadapi siswa.#3

    BalasHapus
  2. Sasaran studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius, sehingga memerlukan bantuan yang serius pula,konselor harus membutu keseriusan dalam melaksanakan bimbingan bagi siswa yang membutukannya.

    karena sifatnya yang komprehensif dan menyeluruh. Studi kasus menggunakan hasil dari bermacam-macam teknik dan alat untuk mengenal siswa sebaik mungkin, merakit dan mengkoordinasikan data yang bermanfaat yang dikumpulkan melalui berbagai alat.

    BalasHapus
  3. Dengan adanya studi kasus dapat digunakan oleh konselor untuk memahami perilaku siswa.Selain itu dapat mengetahui keunikan perilaku dan tingkah laku siswa yang beragam. Dengan demikian studi kasus sangat penting bagi konselor dalam melakukan proses bimbingan dan konseling dalam rangka penyelesaian masalah yang dihadapi oleh siswa.
    Dalam hal ini konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah ataupun tujuan yang hendak dicapai.#2

    BalasHapus
  4. Istilah kurikulum sekolah dalam arti yang menunjuk pada semua pengalaman pendidikan yang dikenakan pada para siswa dibawah tanggungjawab sekolah. Bimbingan kelompok merupakan salah satu pengalaman melalui pembentukan kelompok-kelompok untuk keperluan pelayanan bimbingan.
    Kurikulum sekolah, dalam bagian ini dibahas lebih dahulu pelayanan bimbingan secara kelompok, yang secara khusus dibebankan pada konselor sekolah. Kemudian diuraikan kaitan bimbingan kelompok dengan kegiatan siswa yang kokurikuler dan ekstrakulikuler.#56

    BalasHapus
  5. menurut saya studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius sehingga memerlukan bantuan yang serius pula konselor harus membutuh keseriusan dalam melaksanakan bimbingan konseling bagi siswa yang membutuhkannya agar masalah yang di alaminya dapat selesai dengan baik.

    dalam hal ini konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien yang bermasalah dengan cara melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah yang di alami klien atau pun tujuan yang hendak dicapai.#Pace Nunuhitu,kelas D

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  7. Menurut saya, dengan adanya studi kasus dapat membantu siswa dalam memahami pribadi siswa. Sasaran studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius, sehingga memerlukan bantuan yang serius pula. Yang biasanya dipilih menjadi sasaran bagi suatu studi kasus adalah murid yang menjadi problem, jadi seorang murid membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan baik. Sasaran studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius, sehingga memerlukan bantuan yang serius pula. Yang biasanya dipilih menjadi sasaran bagi suatu studi kasus adalah murid yang menjadi problem. jadi seorang murid membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan lebih baik, asal murid itu dalam keadaan sehat rohani atau tidak mengalami gangguan mental. Jadi, studi kasus sangat berperan penting dalam layanan bimbingan dan konseling. #5

    BalasHapus
  8. Dari pengertian di atas study kasus merupakan suatu teknis yang sangat objektif, dari teknik tersebut maka konselor akan mendapatkan data yang sangat obyektif pula. Dari berbagai teknik tersebut, konselor dapat mengetahui berbagai karakteristik yang sangat unik dari masing-masing individu, adlam setiap penyelesaian masalah study kasus dapat menjadi salah satu teknik yang wajib dilakukan, karena dari teknik tersebut konselor dapat menganalisis latar belakang dari masalah yang dihadapi siswa atau individu.

    Menurut saya, study kasus adalah teknik yang sangat valid diterapkan dalam bimbingan konseling. Karena study kasus adalah teknik yang diterapkan dengan menganalisis suatu masalah. #22

    BalasHapus
  9. komentar saya mengenai :STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING .
    bahwa studi kasus memang sangat berperan penting karena.dalam menangani masalah kita harus membutuhkan keahlian yang sangat provesional sehngga dalam menganalisis permasalahan klien sangat di membutuhkannya.#hironimus m. mere. kelas B

    BalasHapus
  10. Teknologi informasi dalam bimbingan konseling menuntut konselor untuk menguasai teknologi agar dapat memudahkan dalam pemberian pelayanan kepada konselinya.
    untuk membantu konseling dalam pemenuhan kebutuhan informasi terutama seorang konseling ini melanjutkan study kejadian selanjutnya. Kelebihan dari ini konseling lebih cepat mengakses semua informasi yang ada dan tidak harus melakukan proses konseling secara langsung.
    Nama: MARIA YOSIFINA BERE
    Nim:1120712182
    Kelas: F
    Semester: II

    BalasHapus
  11. Komentar saya mengenai : STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING bahwa ,dalam materi ini menerangkan bahwa setiap kasus yang terjadi tidak di duga bahwa masala itu terjadi setiap saat.
    Oleh karena itu sangat di butuhkan keahlian dalam menangani masalah yang terjadi, dengan mengolah lembaga pendidikan yang ada yang bertujuan menyejahterakan masyarakat kususnya yang mengalami masalah.#38.torince dule.kelas E

    BalasHapus
  12. komentar saya tentang : STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING bahwa kasus yang terjadi pada seoran individu bila rumit,itu di butuhkan keterampilan dalam menanganinya.hal ini studi kasus sangat berperan penting.# primus jago wawo.kelas E.

    BalasHapus
  13. komentar saya mengenai : STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING
    komentar saya bahwa para konselor harus banyak mempelajari kasus-kasus yang perna terjadi sehingga mereka bisa mengetahui tau dan mau para klien di saat mereka memberikan bantuan kepada klien tersebut.#constantinus f. tali.kelas E

    BalasHapus
  14. Dari pengertian di atas study kasus merupakan suatu teknis yang sangat objektif, dari teknik tersebut maka konselor akan mendapatkan data yang sangat obyektif pula. Dari berbagai teknik tersebut, konselor dapat mengetahui berbagai karakteristik yang sangat unik dari masing-masing individu, adlam setiap penyelesaian masalah study kasus dapat menjadi salah satu teknik yang wajib dilakukan, karena dari teknik tersebut konselor dapat menganalisis latar belakang dari masalah yang dihadapi siswa atau individu.

    Menurut saya, study kasus adalah teknik yang sangat valid diterapkan dalam bimbingan konseling. Karena study kasus adalah teknik yang diterapkan dengan menganalisis suatu masalah. #Soleman nd. Lucky

    BalasHapus
  15. MARIA T. NITANO6 Juli 2012 19.22

    Study kasus baik digunakan karena mempermudah konselor sekolah untuk membantu memahami kondisi siswa secara mendalam dengan mengetahui permasalahan dan hambatan yang dialami siswa,dan konselor dapat menentukan cara penanganan dan pemacahan masalah siswa tersebut.
    Studi kasus merupakan teknik yang peling tepat digunakan dalam pelayanan BK karena sifatnya yang menyeluruh atau mengetahui secara umum semua yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi siswa.
    studi kasus ini juga ditujukan kepada siswa yang mempunyai masalah serius sehingga memerlukan bantuan dari konselor.
    Sebagai konselor harus lebih memperdalam pengetahuannya dalam pengumpulan masalah-masalah dari siswa agar nantinya dapat membantu konselor menyelesaikan tugasnya dengan baik.

    BalasHapus
  16. YATI MEBERLINA BANU6 Juli 2012 19.30

    Untuk mengetahui kondisi dan keadaan siswa banyak metode dan pendekatan yang dapat digunakan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu studi kasus (Case Study).
    Dalam perkembangannya, oleh karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi siswa dan semakin majunya pengembangan teknik-teknik pendukung – seperti hanya teknik pengumpulan data, teknik identifikasi masalah, analisis, interpretasi, dan treatment – metode studi kasus terus diperbarui.

    BalasHapus
  17. Dengan mengunakan Studi Kasus maka konselor lebih mudah untuk mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi siswa dan konselor lebih mudah mengatasi masalah tersebut.

    Maka dari itu diharapkan bagi konselor agar menggunakan teknik studi kasus agar lebih mudah mengatasi siswa yang sedang bermasalah.#YANSE DUBU

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  19. Studi Kasus ini merupakan cara pendekatan yang harus dimiliki oleh Konselor, karena cara atau teknik ini lebih praktis dalam menyelesaikan masalah atau konflik yang dihadapi oleh Klien atau Idividu.

    Karena setiap masalah atau konflik yang dihadapi oleh Klien atau Individu selalu berbeda-beda, dengan menggunakan Teknik ini Konselor akan lebih cepat membantu Klien atau Individu keluar dari masalah yang dihadapinya.

    BalasHapus
  20. study kasus sangat berguna dalam proses konseling, jika dalam penyelesaian suatu masalah perlunya pengumpulan data-data mengenai individu yang mengalami masalah atau kesulitan terlebih dahulu dan setelah itu barulah mengadakan penyelidikan dan disitu konselor bisa menemukan masalah yang ada dalam diri individu atau murid dan konselor bisa memilih item-item yang tepat dalam menyelesaikan masalah.
    konselor juga mampu memahami diri individu atau murid agar mampu memperoleh penyesusian diri yang lebih baik.#04

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  22. Menurut komentar saya:bahwa studi kasus bimbingan konseling merupakan suatu proses maupun metode pembelajaran yang dapat di pelajari oleh seorang bimbingan konseling.Dengan metode ini maka seorang siswa atau pelajar harus mempelajari strategi tentang studi kasus bimbingan konseling di sekolah maupun di luar sekolah.Di lihat dari studi kasus ini sangat penting karena merupakan suatu cara atau metode yang biasa di gunakan dan di pelajari terhadap kasus bimbingan konselng.
    Bertolak dari studi kasus di atas,maka sikap sebagai seorang bimbingan konseling,harus memilki peranan penting untuk mengetahui masalah-masalah di sekolah misalnya,kasus tentang siswa itu sendiri maupun mata pelajaran terhadap guru mata pelajaran.Maka sikap sebagai konselor harus mengindahkan atau mencari jalan keluar untuk mengatasi studi kasus tersebut.#25

    BalasHapus
  23. Studi kasus adlah salah satu faktor utama bagi konselor untuk melakukan proses layanan bimbingan pada klien atau individu.

    strategi ini sangat bagus jdi diharapkan pada calon konselor atau konselor sekarang agar segera menerapkan teknik ini.#MARLINCE KOTE

    BalasHapus
  24. Menurut saya pada perkembangan sekarang banyak jenis masalah yang dimunculkan oleh subyek didik yang tidak bisa diatasi oleh seorang konselor ini sebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan teknik penyelesaian masalah sehingga masalah terus akan terus berkembang tanpa suatu penyelesaian,jadi menurut saya TEKNIK STUDY KASUS ini merupakan suatu teknik yang baik karena dengan teknik ini guru dapat mengetahui jenis masalah,penyebab masalah dan dengan itu akan lebih mudah mencari penyelesaiannya. Dengan teknik ini beragam masalah yang dihadapi konselor perlu untuk membantu dengan segala macam cara dan metode.

    TEKNIK STUDY KASUS mempunyai karakteristik TIDAK MEMBIARKAN TETAPI MENYELESAIKAN DENGAN MENCARI , MENGOLAH DAN MENYELESAIAKN MASALAH YANG DIHADAPI DENGAN MENDETAIL.Dari proses pengolahan data yang diperoleh,seorang konselor perlu untuk memahami subyek didik yang bermasalah dengan memberikan jalan keluar sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.Konselor perlu untuk lebih mengenal setiap sisi masalah agar dapat terselesaiakn dengan baik.
    #ITAMAR AKANMAU

    BalasHapus
  25. Menurut komentar saya:bahwa studi kasus bimbingan konseling merupakan suatu proses maupun metode pembelajaran yang dapat di pelajari oleh seorang bimbingan konseling.Dengan metode ini maka seorang siswa atau pelajar harus mempelajari strategi tentang studi kasus bimbingan konseling di sekolah maupun di luar sekolah.Di lihat dari studi kasus ini sangat penting karena merupakan suatu cara atau metode yang biasa di gunakan dan di pelajari terhadap kasus bimbingan konselng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut komentar saya:bahwa studi kasus bimbingan konseling merupakan suatu proses maupun metode pembelajaran yang dapat di pelajari oleh seorang bimbingan konseling.Dengan metode ini maka seorang siswa atau pelajar harus mempelajari strategi tentang studi kasus bimbingan konseling di sekolah maupun di luar sekolah.Di lihat dari studi kasus ini sangat penting karena merupakan suatu cara atau metode yang biasa di gunakan dan di pelajari terhadap kasus bimbingan konselng.
      nama : mateus joseph mau

      Hapus
  26. studi kasus sangat penting karena dapat membantu permasala.han dalam diri klien.

    karena dalam studi kasus ada metode-metode yang bermanfaat bagi konselor dalam membantu klien menentukan jati dirinya dan menyelesaikan permasalahannya
    ORIANA LAHFA

    BalasHapus
  27. Tindak lanjut dan studi survei
    Baik tindak lanjut (follow –up) maupun studi survey (follow –up studies) merupakan kegiatan bimbingan yang dilakukan sesudah siswa dan mahasiswa memasuki jalur program studi akademik, program persiapan prajabatan atau jabatan tertentu . Pada tindak lanjut konselor berwawancara dengan seseorang yang menghadap untuk membicarakan suatu masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pilihan yang telah dibuatnya.
    Mengadakan studi survai termasuk kegiatan riset dengan tujuan memperoleh data tentang mereka yang sudah tamat di institusi pendidikan tertentu, misalnya di SMA tentang mereka yang melanjutkan studi keperguruan tinggi, sudah terjun kedunia kerja. Data yang diperoleh memberikan gambaran tentang penyebaran para lulusan SMTA diantara fakultas-fakultas perguruan tinggi negeri dan swasta tentang penyebaran para tamatan dari masing-masing fakultas diperguruan tinggi diantara bidang-bidang jabatan tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para tamatan dalam melanjutkan studi atau dalam bekerja dan tentang kelebihan dan kekurangan program bimbingan karier menurut pendapat para lulusan yang dahulu mengalami program itu sewaktu masih menjadi siswa atau mahasiswa. #26

    BalasHapus